Sering Telat Makan? Hati-Hati, Bisa Kena 7 Dampak Buruk Ini

by Justin Sutanto
0 comment
Ilustrasi waktu bahaya telat makan

Makan merupakan aktivitas penting yang perlu dilakukan oleh setiap manusia untuk mendapatkan energi, memasukkan gizi penting ke tubuh, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Biasanya, kebanyakan orang makan tiga hingga empat kali dalam sehari. 

Sayangnya, banyak orang yang sering telat makan dengan berbagai alasan. Entah karena pekerjaan, tenggat waktu tugas, atau asik melakukan hobi. Padahal, terdapat banyak bahaya telat makan yang dapat mengintai kesehatan kamu.

Dampak Buruk Sering Telat Makan

Apakah kamu termasuk orang yang sering melewatkan makan demi pekerjaan atau tugas? Sebaiknya, mulai perbaiki pola makanmu sebelum dihantui 5 dampak buruk sering telat makan berikut ini.

1. Mudah Kelelahan

Tubuh kita secara terus menerus membakar kalori dan menguraikan zat gizi. Bahkan di saat tubuh sedang beristirahat. Zat gizi dan energi ini tentunya datang dari makanan yang kita konsumsi. Jika kita sering telat makan, maka tubuh tidak memiliki “bahan bakar” yang memadai untuk menjalankan fungsi tersebut.

Kondisi di mana persediaan energi minim bisa menyebabkan metabolisme tubuh berlangsung lambat. Terdapat penghematan kalori di dalam tubuh supaya dapat terus melakukan fungsi dasar seperti pengaturan detak jantung dan pernapasan. Nah, kondisi inilah yang lama-kelamaan dapat membuatmu mudah kelelahan.

2. Meningkatkan Risiko Diabetes

Salah satu bahaya telat makan adalah bisa menimbulkan berbagai penyakit, termasuk diabetes. Hal ini dikarenakan telat makan dapat menjadi sebab atas kekacauan gula darah. 

Kebiasaan terlambat makan membuat jam biologis tubuh yang memegang kendali berbagai sistem dan jaringan berubah. Dengan begitu, metabolisme energi juga berubah. Situasi ini berdampak buruk bagi respons hormon insulin di tubuh.

Insulin sendiri merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berfungsi membantu menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Karena terjadinya perubahan jam biologis tadi, pankreas memproduksi terlalu banyak hormon insulin sehingga menimbulkan hiperglikemia atau kondisi kadar gula yang melebihi batas normal. Dengan begitu, sering terlambat makan dapat menaikkan risiko seseorang terkena diabetes.

3. Kekurangan Nutrisi

Jika sering melewatkan makan, kamu bisa mengalami kekurangan nutrisi sebagai akibatnya. Hal tersebut dikarenakan tubuh tidak memperoleh gizi penting yang diperlukan. Dalam jangka pangka, kekurangan nutrisi ini bisa berpengaruh pada kemampuan berpikir, kekuatan fisik, sampai daya tahan tubuh saat melawan penyakit.

4. Risiko Penyakit Lambung

Makanan merupakan bahan bakar dan sumber energi yang diperlukan tubuh untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari. Apabila kamu sering terlambat makan, tubuh akan menjadi kekurangan energi, lesu dan lemah.

Sering terlambat makan dapat menimbulkan terjadinya radang lambung atau penyakit tukak lambung. Mengapa? Nah, hal ini terjadi karena adanya iritasi atau luka yang terjadi pada lambung akibat pola makan yang tidak teratur. Iritasi ini bisa menjadi semakin buruk karena adanya cairan lambung yang terdapat pada mukosa lambung.

Situasi ini dapat mengakibatkan meningkatnya gangguan pada saluran pencernaan dan lambung. Penyakit ini umumnya ditunjukkan dengan simtom seperti nyeri yang terasa hingga ke ulu hati—umumnya gejala ini terasa setelah kamu makan.

Lambung selalu memproduksi asam yang digunakan untuk memproses makanan yang dikonsumsi. Nah, jika tidak ada makanan yang harus diproses di lambung, maka dinding lambung menjadi sakit. Hal ini bisa mengakibatkan kamu mengalami maag hingga naiknya asam lambung. Kondisi ini tidak hanya bisa membuat perutmu sakit, tapi juga mual dan tubuh terasa tidak nyaman.

5. Kram Perut

Beberapa orang sengaja terlambat makan dengan tujuan agar bisa menurunkan berat badan. Padahal, anggapan tersebut ada baiknya tidak diyakini karena sama sekali tidak benar. Sering terlambat makan dapat memicu terjadinya IBS atau Irritable Bowel Syndrome. Tidak hanya itu, sering telat makan juga dapat memicu kram perut.

Pada penderita IBS sendiri, sering menunda waktu makan bisa memperparah kondisi sindrom ini. Maka dari itu, orang yang memiliki penyakit ini disarankan untuk makan dengan teratur untuk menghindari gejala yang lebih parah.

6. Susah Fokus dan Berkonsentrasi

Tubuh kita membutuhkan energi dari glukosa supaya dapat melaksanakan fungsinya. Saat kamu berhenti makan selama empat hingga enam jam, persediaan glukosa menuju otak mulai berkurang. Dengan begitu, tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya seperti seharusnya.

Kurangnya persediaan glukosa juga memiliki efek pada kemampuan berkonsentrasi dan berpikir. Tidak hanya itu, hal tersebut bisa membuat kinerja mental turun secara keseluruhan. Kamu bisa menjadi lesu, lemah, cepat lelah, dan cenderung murung.

7. Kenaikan Berat Badan

Jika kamu sering menunda makan dengan tujuan menurunkan berat badan, coba deh pikir-pikir lagi. Sering menunda makan justru bisa menaikkan berat badanmu.

Terlambat makan akan membuatmu ingin untuk makan berlebihan untuk memuaskan rasa lapar. Sehingga, semua makanan yang kamu konsumsi tadi akan berubah menjadi lemak dan memicu kenaikan berat badan.

Itu dia 7 bahaya telat makan yang perlu kamu waspadai. Dengan mengetahui berbagai bahaya tersebut, ada baiknya kamu memperbaiki pola makan. Walaupun sedang sibuk atau sedang tidak berselera, jangan lupa untuk tetap makan tepat waktu. Sehingga, kinerja organ tubuh tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya. 

You may also like

Leave a Comment