Serba-Serbi Olahraga Boxing, Efektif Menurunkan Berat Badan!

by Justin Sutanto
0 comment

Tidak sedikit orang menganggap bahwa boxing atau tinju merupakan olahraga eksklusif, hanya untuk atlet dan penggemar olahraga saja.

Faktanya, olahraga boxing dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang umur, jenis kelamin, dan tingkat kebugaran. Setiap orang dapat menikmati olahraga tinju dan mendapatkan manfaatnya bagi tubuh. Contohnya, saya sendiri. Saya rutin melakukan olahraga ini di XBC Boxing Camp BSD


Bagi beberapa orang tinju tampak mengintimidasi, tapi bagi saya olahraga ini sangatlah menarik. Dengan rutin berlatih tinju, tubuh akan menjadi lebih bugar.

Kamu juga akan tumbuh menjadi pribadi yang sportif  dan lebih berani dalam mengambil risiko. 

Menarik, bukan? Yuk, cari tahu lebih banyak tentang olahraga tinju!

Awal Mula Olahraga Boxing


Tinju diperkenalkan oleh orang Yunani ke ajang Olimpiade kuno pada abad ke-7 SM. Mereka percaya bahwa pertarungan tinju adalah salah satu permainan para dewa di Olympus. Meskipun demikian, bukti awal tinju berupa relief sebenarnya sudah ditemukan di Mesir sekitar abad ke-3 SM.

Petinju kuno menggunakan tali kulit yang lembut untuk mengikat tangan dan lengan sebagai perlindungan. Di Roma, tali kulit tersebut diganti dengan cestus, yakni sarung tangan bertabur logam. Namun, penggunaan cestus tak banyak membantu gladiator karena pada era tersebut pertandingan kerap berakhir dengan kematian salah satu kontestan.

Tinju berakhir setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi dan muncul kembali di Inggris pada abad ke-17. Secara resmi, tinju amatir dimulai pada tahun 1880 dengan lima kelas berat, yakni bantam (tidak melebihi 54 kg), bulu (tidak melebihi 57 kg), ringan (tidak melebihi 63.5 kg), tengah (tidak melebihi 73 kg), dan berat. 

Pada tahun 1904, boxing resmi menjadi salah satu cabang pertandingan olahraga di Olimpiade di St. Louis, Amerika. Sejak saat itu, tinju tak pernah absen, kecuali pada tahun 1912 di Stockholm karena undang-undang Swedia melarang kegiatan tersebut.

Di samping aturan Queensberry, seperti membatasi waktu ronde selama tiga menit, menghilangkan gouging dan gulat, dan mengharuskan penggunaan sarung tangan, peraturan perlindungan olahraga tinju semakin berkembang seiring waktu. 

Dimulai dari penggunaan sarung berbahan spons (1973), kewajiban penggunaan helm (1984), pembuatan sistem penilaian elektronik untuk memperkuat objektivitas wasit (1992), hingga penilaian poin standar (2007). Selain melindungi petinju, aturan ini dibuat agar pertandingan berjalan seadil mungkin. 

Popularitas Olahraga Boxing


Di Inggris, tinju menjadi sangat populer setelah James Figg berhasil memegang gelar juara kelas berat dari tahun 1719 hingga 1730. Sementara di Indonesia sendiri, popularitas tinju dimulai sejak zaman penjajahan. Antusiasme yang luar biasa membuat Didi Karta Sasmista, seorang Komandan Kepolisian Indonesia mendirikan Persatuan Tinju dan Gulat. 

Demi dapat berpartisipasi di Olimpiade Roma tahun 1960, pelopor tinju di Indonesia ini mendirikan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) satu tahun sebelum pertandingan digelar.

Aturan larangan tinju akibat kekacauan politik sempat menurunkan popularitas tinju. Namun, setelah larangan dihapus, olahraga tinju mulai bangkit dan digeluti berbagai kalangan, baik sebagai hobi maupun profesi. 

Masa keemasan tinju di Indonesia terjadi setelah Chris John sukses menyabet gelar juara dunia. Prestasi tersebut menjadikan Chris John sebagai petinju Indonesia kelima yang meraih gelar juara setelah Nico Thomas dan Ellyas Pical.

Wanita Juga Boleh Melakukan Olahraga Boxing


Olahraga boxing memang identik dengan pria, tetapi wanita juga bisa melakukannya. Bahkan, tinju wanita sudah populer sejak abad ke-19. Meskipun demikian, tinju wanita memiliki tujuan dan teknik yang berbeda dari tinju pria. Jika tinju pria hanya menekankan pada pertarungan, maka tinju wanita juga menekankan pada kebugaran sehingga seimbang. 

Contohnya, Savate Perancis yang disukai lantaran mudah, sedangkan Boxercise dan Boxfit memungkinkan kamu melepaskan energi sekaligus menurunkan bobot tubuh. Sementara BoxYoga merupakan perpaduan antara tinju dan yoga.

Hal itulah yang membuat wanita sangat menikmati boxing. Bahkan, segelintir dari mereka sukses berprofesi sebagai petinju dunia, seperti Laila Ali, Mia St. John, Christy Martin, Ann Wolfe, dan Lucia Rijcker.

Manfaat Olahraga Boxing Bagi Tubuh


Baik tinju pria maupun wanita, latihan boxing memberikan banyak manfaat. Tidak hanya fisik, melainkan juga pikiran dan jiwa. Saya juga sudah merasakan manfaatnya.

Supaya lebih jelas, simak sejumlah manfaat yang akan kamu dapatkan dari olahraga tinju berikut ini. 

1. Meningkatkan Kekuatan Jantung dan Paru-Paru

Gerakan tinju yang merupakan gabungan anaerobik dan aerobik efektif melatih kekuatan jantung. Selain itu, jika otot kamu sudah terlatih, maka kerja paru-paru akan lebih efisien.

2. Pembakaran Lemak yang Sangat Efektif

Bagi kamu yang mengalami masalah obesitas, tinju sangat direkomendasikan. Saya bisa menurunkan berat badan dari 82 kg ke 76 kg dalam jangka waktu dua bulan hanya dengan latihan rutin. Luar biasa, bukan?

Baca juga: Menjajal Crossfit, Olahraga Paling Cepat Membakar Kalori

3. Otot yang Lebih Lean & Kencang

Latihan tinju akan membantu kamu merampingkan perut, membentuk tangan, kaki, bahu, dan punggung yang kuat. Dijamin otot kamu akan lebih kencang! Kekuatan otot juga berdampak pada postur tubuh kamu yang semakin baik. 

4. Meningkatkan Fokus Serta Koordinasi Gerak Tubuh

Kalau kemampuan fokus dan koordinasi kamu rendah, dengan tinju keduanya akan meningkat secara signifikan. Pasalnya, hampir semua gerakan dilakukan secara bersamaan, cepat, dan spontan. 

5. Self Defense

Tinju juga bisa menjadi latihan preventif ketika kamu berada dalam situasi berbahaya. Dengan tinju, kamu bisa menangkis serangan dan mempertahankan diri. 

6. Meningkatkan Kesehatan Mental serta Rasa Percaya Diri

Ketika berlatih tinju, secara tidak sadar kamu akan melepas dopamin, yakni hormon kebahagiaan. Tak heran jika kamu akan menjadi pribadi yang positif, bersemangat dan lebih percaya diri.

Gerakan Dasar Olahraga Boxing


Sebelum berlatih, pelajari sejumlah gerakan dasar boxing berikut ini!

1. Jab

Jab atau pukulan pendek berfungsi untuk menjauhkan lawan. Kamu bisa memulainya dengan posisi tinju lalu rentangkan lengan ke depan. Dibandingkan gerakan lain, jab hanya menggunakan sedikit energi sehingga disebut pukulan paling lemah.

2. Strike/Cross

Strike merupakan gabungan antara uppercut dengan straight yang menargetkan perut atau rahang lawan. Pukulan ini dimulai dengan posisi tinju kemudian langkahkan kaki depan, putar pinggul dengan kaki belakang ke depan lalu rentangan lengan belakang ke arah luar.

3. Hook

Pukulan ini merupakan salah satu yang paling mematikan dalam olahraga tinju. Pukulan hook dilontarkan menggunakan kedua tangan dengan kuat.

4. Uppercut

Uppercut merupakan pukulan pendek untuk mengalahkan lawan hingga KO. Uppercut dilakukan dari bawah dengan posisi tangan dan siku membentuk V ke arah dagu, ulu hati, atau perut lawan.

5. Block

Block berfungsi untuk menghindari pukulan lawan yang mengarah ke bagian dada dan kepala. Kamu hanya perlu merekatkan siku di dada untuk menahan serangan sekaligus menyembunyikan wajah di balik lengan.

6. Weave and Slip

Weave and slip merupakan teknik dasar untuk bertahan. Slip dilakukan untuk menghindari jab dengan menggerakkan kepala dari sisi ke sisi. Sementara weave dilakukan untuk menghindari hook dengan cara menundukkan kepala ketika pukulan datang dan naik ketika hendak melayangkan pukulan. 

7. Stance

Posisi dasar ini sangat penting sebelum mendalami boxing. Stance dimulai dengan kaki depan dan tumit berada di garis tengah. Tangan di belakang dengan kaki diagonal (lebih lebar dari bahu), lutut sedikit ditekuk, siku ke bawah, tangan diangkat, dan kepala di belakang tangan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai tinju. Tinju ternyata seru dan banyak manfaatnya, bukan? Yuk, jangan ragu untuk mencoba olahraga boxing!

You may also like

Leave a Comment