Mengancam Kesehatan, lnilah Bahaya dari Diet Ketogenik!

by Justin Sutanto
0 comment
Contoh menu makanan diet ketogenik

Bahasan mengenai manfaat dan bahaya diet keto menjadi hal menarik untuk dipelajari. Terutama bagi Anda yang berencana melakukan program penurunan berat badan. Diet ketogenik sendiri mulai populer sejak banyak orang mengklaim keberhasilan menurunkan berat badan dalam waktu relatif singkat. Namun, apabila tidak dilakukan secara tepat, diet keto justru berisiko membahayakan kesehatan Anda sendiri.  

Pengenalan Tren Diet Ketogenik 

Sebenarnya, diet ketogenik  hampir mirip dengan Diet Enak, Bahagia, dan Menyenangkan (DEBM), diet Atkins, dan juga diet rendah karbohidrat yang dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi karbohidrat serta meningkatkan konsumsi lemak. Diet keto biasanya hanya mengandung 70% lemak, 10% karbohidrat, dan 20% protein. Konsumsi lemak dalam jumlah tinggi bertujuan untuk mencapai kondisi ketosis. 

Ketosis sendiri dapat diartikan sebagai kondisi saat tubuh melakukan pembakaran lemak sebagai sumber energi. Di hati, lemak akan diubah menjadi keton sehingga mampu memberi asupan energi ke otak. Tak banyak yang tahu bahwa ketosis merupakan kondisi ringan dari ketoasidosis. Kondisi ini umum dialami penderita diabetes tipe 1. Hal inilah yang memicu pro dan kontra mengenai keamanan diet ketogenik. Meskipun demikian, sejumlah studi menunjukkan bahwa diet keto aman dilakukan oleh penderita obesitas. 

Bagaimana Caranya Diet Keto Bisa Menurunkan Berat Badan? 

Contoh menghitung asupan makanan

Bagi yang baru pertama kali memulai diet keto, Anda harus menjalani fase induksi. Fase ini dilakukan dengan cara berpuasa yang dimulai dari pukul 8 malam hingga 12 siang keesokan hari. Mulanya memang terasa berat, Anda harus menjalaninya selama 7 hari. Namun, setelah fase tersebut berakhir, secara alamiah tubuh akan memasuki kondisi ketosis.

Adapun gejala yang menunjukkan Anda telah memasuki kondisi ketosis, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Lebih mudah haus.
  • Sering buang air kecil.
  • Nafsu makan turun.

Supaya diet berhasil, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sekitar 20 gram hingga 50 gram per hari. Perbanyak makanan tinggi lemak, seperti ikan, kacang-kacangan, daging, telur, dan minyak sehat. Anda juga perlu mengurangi konsumsi protein. Pasalnya, protein dalam jumlah tinggi dapat memperlambat transisi tubuh ke kondisi ketosis.

Baca juga: Efektifkah Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan?

Efek Samping & Resiko Diet Ketogenik 

Menerapkan diet ketat rendah karbohidrat dan tinggi lemak memang efektif membantu menurunkan berat badan. Namun, pola makan ini dapat menimbulkan efek samping serta risiko jangka pendek dan panjang. Adapun bahaya diet keto, antara lain:

Mengubah Perilaku Makan

Membatasi asupan karbohidrat secara alamiah membuat otak melepaskan neuropeptide-Y. Senyawa kimia ini memberikan sinyal bahwa tubuh membutuhkan asupan karbohidrat. Ketika tubuh tidak mendapatkannya, neuropeptide-Y akan menumpuk di tubuh. Hal ini memicu pola makan buruk, seperti terlalu banyak makann atapun makan tidak teratur.

Gangguan Suasana Hati 

Mengingat diet keto membatasi konsumsi karbohidrat, Anda berisiko mengalami gangguan suasana hati. Hal ini terjadi akibat rendahnya kadar serotonin yang bersumber dari sejumlah karbohidrat. Serotonin sendiri merupakan senyawa kimia di otak yang berfungsi mengantur suasana hati.  

Konstipasi

Mengurangi asupan karbohidrat sama halnya dengan membatasi asupan makanan berserat. Hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami gangguan pencernaan, seperti konstipasi atau susah buang air besar. 

Diare

Diet tinggi lemak mendorong hati melepaskan empedu dalam jumlah banyak. Empedu merupakan pencahar alami yang dapat menyebabkan diare apabila dilepaskan dalam jumlah banyak. 

Mudah Haus

Menerapkan diet keto dapat menyebabkan Anda mudah haus. Kurangnya konsumsi air memicu urin berwarna gelap. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih. Selain menghilangkan dahaga, konsumsi air putih dalam jumlah banyak dapat mencukupi kebutuhan cairan dan menjaga supaya urin berwarna jernih atau kuning pucat. 

Bau Mulut

Dalam kondisi ketosis, tubuh secara alamiah akan menghasilkan senyawa kimia bernama keton. Makin tinggi kadar keton dalam tubuh, makin tinggi risiko Anda mengalami bau mulut. 

Flu Keto

Selain bau mulut, dalam kondisi ketosis Anda rentan mengalami flu keto. Sejumlah gejala flu keto, antara lain mudah lelah, insomnia, mual dan muntah, sakit kepala, dan daya tahan menurun. Untuk meringankan gejala flu keto dianjurkan memperbanyak asupan cairan serta elektrolit.

Saran Dalam Memilih Kegiatan Diet 

Contoh saran dalam memilih diet

Mengingat tubuh setiap orang tidaklah sama, hindari memilih diet ekstrem dengan hasil cepat. Anda sebaiknya menerapkan pola diet sesuai kemampuan. Selain dapat mengurangi berat badan, diet sehat dapat menjaga hormon tetap stabil dan tidak kehilangan nutrisi penting. Terapkan pola diet yang memberikan Anda kebebasan mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan takaran sesuai kebutuhan. Meskipun tampak sepele, hal tersebut membantu tubuh ternutrisi dan menjaga keseimbangan metabolisme.

Agar Anda lebih mudah, berikut sejumlah saran diet sehat untuk menurunkan berat badan.

  • Hindari melewatkan jam makan karena berisiko membuat Anda lebih mudah lapar. 
  • Atur porsi makanan serta hindari mengonsumsi makanan berminyak dan kemasan.
  • Ganti gula pasir dengan pemanis rendah kalori yang lebih sehat.
  • Perbanyak konsumsi air putih.
  • Tidur cukup dan rutin olahraga. 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Konsep Diet Plant Based yang Populer

Demikianlah informasi mengenai resiko dari diet keto yang perlu diketahui. Apabila Anda tertarik menerapkan diet keto, pastikan untuk melakukannya dalam jangka pendek. Mulai dari 2 hingga 3 minggu dengan batas maksimal 6 hingga 12 bulan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. 

You may also like

Leave a Comment