Manfaat Minum Air Putih yang Seringkali Kamu Sepelekan!

by Justin Sutanto
0 comment

Jangan sepelekan manfaat minum air putih.

Saya selalu menjaga asupan air putih setiap harinya demi menjaga kelancaran aktivitas.

Sekalinya kurang minum, saya biasanya akan merasakan tenggorokan kering sampai kepala pusing.

Apakah kamu juga pernah merasakannya?

Sebenarnya gejala tersebut merupakan sebuah sinyal bahwa tubuh kita kekurangan cairan.

Kondisi tubuh kekurangan cairan dalam waktu lama bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti gagal ginjal.

Kalau kamu haus, jangan terlalu banyak konsumsi minuman kemasan seperti soft drink, minuman berenergi atau jus buah konsentrat ya.

Meski rasanya nikmat, minuman-minuman tersebut biasanya mengandung banyak pengawet dan pemanis buatan yang akan memberatkan kerja ginjal.

Lebih baik minum air putih saja.


Kenali Jenis Air Putih untuk Diminum

Air Putih.

Kementerian Kesehatan RI telah menentukan bahwa air putih yang layak konsumsi tidak boleh memiliki rasa, bau, warna, serta tidak mengandung bakteri atau bahan kimia berbahaya.

Coba kamu cek penjelasan berikut, apa air putih yang kamu minum sudah memenuhi syarat?

1. Air Purifikasi (Purified Water)

Air purifikasi adalah air yang sudah diproses untuk menghilangkan bahan kimia atau zat pencemar di dalamnya.

Kamu tentu tidak mau kan minum air putih yang bercampur dengan bakteri, parasit, logam atau polutan kimia lainnya?

Disinilah proses purifikasi seperti koagulasi dan flokulasi, sedimentasi, penyaringan, serta disinfeksi berguna untuk melindungimu dari zat-zat berbahaya tersebut.

Metodenya pun beragam, bisa dengan cara menyaring air menggunakan membran semipermeabel (reverse osmosis), mendidihkan air dan mengumpulkan uap yang sudah bersih (distilasi), atau menghilangkan garam dan ion mineral (deionisasi).

2. Air Suling (Distilled Water)

Nah kalau air suling menggunakan proses distilasi untuk memurnikan air.

Kotoran dan parasit di dalamnya akan menghilang setelah pemrosesan.

Jenis air ini lebih banyak dipakai pada fasilitas medis karena dianggap steril dan murni.

3. Air Keran yang Dimasak

Di Indonesia, orang biasa memasak air keran untuk konsumsi minum sehari-hari.

Proses pemanasan akan membunuh bakteri dan parasit lain sehingga air aman diminum.

Jenis Air Putih Terbaik untuk Diminum

Jadi, jenis air putih mana yang sebaiknya dipilih sebagai air minum?

Berdasarkan hasil riset, air yang sudah melalui proses penyaringan akan lebih sehat. Misalnya saja air purifikasi atau air suling.

Air purifikasi sudah bebas dari bahan kimia, logam, dan parasit lain. Rasanya pun tidak terdeteksi.

Namun, kualitasnya juga tergantung dari bahan penyaringnya.

Sedangkan air suling sudah dipastikan aman dari bahan pencemar.

Sayangnya proses distilasi juga turut menghilangkan kandungan mineral dan elektrolit alami seperti kalsium dan magnesium.

Kamu tinggal memilih mana yang sesuai kondisi dan kebutuhan sehari-hari.

Takaran Jumlah Air Putih yang Harus Diminum

Soerang wanita yang mengenakan topi berwarna putih sedang meneguk air putih dari botol minumnya.

Jika membicarakan manfaat minum air putih, kita akan mendengar sebuah nasihat untuk jumlah minum air putih minimal 8 gelas per hari.

Sebenarnya angka tersebut adalah jumlah rata-rata supaya mudah diingat.

Faktanya, kebutuhan cairan tubuh bisa kurang atau lebih dari itu karena dipengaruhi beberapa faktor berikut.

1. Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Semakin tua, cairan yang dibutuhkan semakin sedikit.

Hal ini disebabkan aktivitas sel tubuh yang semakin menurun, termasuk pula fungsi ginjal.

Dilihat dari jenis kelamin, laki-laki membutuhkan lebih banyak cairan karena massa ototnya lebih banyak dibanding perempuan.

2. Frekuensi Aktivitas yang Dilakukan

Buat kamu yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas fisik berat, tentu membutuhkan lebih banyak air putih dibandingkan yang hanya duduk di kantor seharian.

Saat sedang rajin olahraga, tubuh membutuhkan asupan cairan lebih banyak untuk menggantikan keringat yang keluar.

3. Faktor Lingkungan

Saat cuaca panas dan lembap, kamu tentu akan lebih sering merasa haus. Itu artinya tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Keadaan lingkungan lain yang membutuhkan asupan cairan lebih banyak adalah tinggal di ketinggian >2.500 meter.

Meski hawanya cenderung dingin, kamu membutuhkan lebih banyak cairan karena pasti akan lebih sering buang air kecil.

4. Kondisi Kesehatan

Saat sedang sakit, ada kondisi tubuh yang membuat kehilangan banyak cairan seperti demam, muntah, dan atau diare.

Namun, ada pula kondisi tubuh yang membuat konsumsi air putih harus dibatasi misalnya gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit hati.

5. Kehamilan dan Menyusui

Ibu hamil membutuhkan sekitar 2,4 liter air per hari sedangkan ibu menyusui membutuhkan sekitar 3 liter air per hari.


Waktu yang Tepat Minum Air Putih

Salah satu cara paling mudah mengetahui kapan kita harus minum air putih adalah ketika rasa haus muncul. Itu artinya tubuh sedang kekurangan cairan.

Gejala lain adalah urine yang berwarna lebih gelap.

Namun, pada waktu-waktu tertentu kita disarankan minum air putih yang cukup, yaitu:

1. Bangun Tidur

Berguna untuk mengaktifkan organ pencernaan dan menghilangkan sisa racun setelah aktivitas tidur.

2. Sebelum Makan

Minum segelas air putih 30 – 40 menit sebelum makan bisa membantu melancarkan pencernaan.

3. Sebelum Mandi

Segelas air putih sebelum mandi akan menurunkan tekanan darah.

4. Sebelum Tidur

Minum air putih sebelum tidur berguna melancarkan sirkulasi darah serta menjaga kesehatan jantung.

Nah, itu tadi serba-serbi tentang manfaat minum air putih yang tidak boleh kamu sepelekan. Jangan lupa untuk selalu memenuhi asupan kebutuhan cairan tiap harinya ya!

Baca juga: Seberapa Efektif Infused Water Turunkan Berat Badan?

You may also like

Leave a Comment