Madu untuk Diet: Manfaat dan Cara Menggunakannya

by Justin Sutanto
0 comment

Sebagai bahan makanan alami, madu sudah menjadi pemanis sejak ribuan tahun lamanya. Tidak hanya sebagai makanan, madu juga kerap dipakai sebagai obat yang menjadi bagian dari ritual dan budaya di seluruh dunia sepanjang sejarah. Klasik, istimewa, dan bernilai tinggi, madu merupakan salah satu makanan terbaik untuk merepresentasikan hubungan manusia dengan alam. Bahan makanan “ajaib” ini mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh dan meningkatkan kebugaran. Tak heran, orang-orang beramai-ramai mengonsumsi madu untuk diet, termasuk saya. 

Apa saja manfaat dari madu yang membuatnya sangat digemari? Bagaimana langkah menggunakan madu yang tepat? Mari simak pembahasan di bawah ini!

Baca juga: Oatmeal untuk Diet: Khasiat dan Rekomendasi Resepnya

Beragam Manfaat Madu untuk Diet yang Tak Boleh Dilewatkan

1. Mengandung Berbagai Nutrisi yang Baik untuk Tubuh

Secara gizi, 1 sendok makan atau 21 gram madu mengandung 17 gram gula, termasuk sukrosa, maltosa, glukosa, dan fruktosa, serta 64 kalori. Tidak ada serat, protein, maupun lemak di dalamnya.

Untuk takaran di bawah 1 persen dari AKG (Angka Kecukupan Gizi), terdapat beberapa vitamin dan mineral di dalam madu. Namun, kamu harus mengonsumsi banyak madu jika ingin memenuhi kebutuhan harian.

Nutrisi yang paling mencolok dari madu adalah senyawa fitogenik dan antioksidan. Menurut jurnal yang diterbitkan pada 15 Juni 2009 di ScienceDirect, jenis madu yang berwarna lebih gelap cenderung lebih banyak memiliki dua senyawa tersebut dibandingkan jenis yang berwarna lebih cerah.

2. Kaya akan Antioksidan

Madu yang berkualitas tinggi banyak menyimpan antioksidan penting. Ini termasuk enzim, fenol, dan senyawa, seperti asam organik dan flavonoid. Para ahli percaya bahwa kombinasi senyawa-senyawa inilah yang memberikan kekuatan antioksidan pada madu.

Menariknya, ada dua studi yang menunjukkan bahwa madu monofloral mampu meningkatkan kadar antioksidan dalam darah.

Antioksidan sudah sejak lama dihubungkan dengan pengurangan risiko penyaki strok, jantung, bahkan beberapa jenis kanker. Senyawa ini juga bagus untuk kesehatan mata.

3. Lebih Baik untuk Penderita Diabetes Dibandingkan Gula

Di satu sisi, beberapa studi menunjukkan bahwa madu bisa membantu mengatasi faktor risiko yang umum pada penyakit diabetes. Sebagai contoh, penurunan kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein), inflamasi, atau trigliserida, serta meningkatkan kolesterol “baik”.

Namun, di sisi lainnya, ada juga studi-studi yang menemukan bahwa madu meningkatkan kadar gula darah. Hanya saja, peningkatan ini tidak sebanyak gula halus.

Jadi, walaupun madu “tidak seburuk” gula untuk penderita diabetes, tetap saja kamu harus mengonsumsinya dengan takaran yang teliti.

4. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang penting dari penyakit jantung. Nah, konsumsi madu untuk diet bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Hal ini karena madu mengandung antioksidan yang sudah terbukti berhubungan dengan efek penurunan tekanan darah, seperti dalam riset yang dilansir di NCBI. Adapun studi yang meneliti tikus dan manusia menunjukkan, terjadi pengurangan tekanan darah setelah konsumsi madu.

5. Memperbaiki Kadar Kolesterol

Kolesterol LDL alias kolesterol “jahat” menjadi faktor risiko dari penykit jantung. Kolesterol ini memiliki peranan besar dalam menyebabkan aterosklerosis, yakni penumpukan lemak pada arteri yang dapat memicu strok dan serangan jantung.

Uniknya, beberapa studi membuktikan bahwa madu bisa memperbaiki kadar kolesterol dalam tubuh. Bahan makanan ini meningkatkan kolesterol baik sekaligus menurunkan kolesterol jahat.

Sebagai contoh, ada studi yang meneliti 55 pasien dan membandingkan antara madu dengan gula biasa. Hasilnya, madu menyebabkan pengurangan LDL sebanyak 5,8 persen dan meningkatkan HDL sebesar 3,3 persen. Selain itu, dibandingkan gula biasa, madu lebih baik dalam menurunkan berat badan, yaitu sebanyak 1,3 persen.

6. Menurunkan Kadar Trigliserida

Ada lagi faktor risiko dari penyakit jantung, yakni trigliserida. Lemak ini juga menjadi kunci dari gejala resistansi insulin, pemicu utama dari diabetes tipe 2. Kadar trigliserida cenderung naik saat pola makanmu melibatkan karbohidrat olahan dan gula.

Namun, jangan khwatir. Ada sejumlah studi yang menujukkan hubungan konsumsi madu secara konsisten dengan penurunan kadar trigliserida, terutama jika madu dipakai menggantikan gula.

Semisal, sebuah studi berikut membandingkan penggunaan madu dan gula. Hasilnya? Sebanyak 11 hingga 19 persen penurunan kadar trigliserida ada pada kelompok madu.

7. Menurunkan Berat Badan

Penemu diet madu, Mike McInnes, menemukan bahwa para atlet yang mengonsumsi makanan yang kaya akan fruktosa, seperti madu, lebih banyak membakar lemak sekaligus mengalami peningkatan stamina.

Madu bertindak sebagai bahan bakar yang membuat hati untuk menghasilkan glukosa. Glukosa memastikan kadar gula dalam otak tetap tinggi dan mendorongnya untuk melepaskan hormon pembakaran lemak.

Tambahan lagi, mengganti gula dengan madu untuk program dietmu akan menyeimbangkan sinyal ke otak yang memaksamu mengonsumsi lebih banyak asupan manis.

Bagaimana Cara Menggunakan Madu untuk Diet yang Tepat?


Tips ini sudah dibuktikan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya rajin meminum segelas air madu setiap hari sebagai salah satu menu dari program diet yang sedang saya jalankan. Minuman ini biasa saya konsumsi di sore hari sebelum makan malam ataupun sebelum tidur.

Berkat rutinitas ini, berat badan saya stabil dan ideal di kisaran 74 sampai 77 kg. Madu membuat nafsu makan saya terkontrol dengan baik. Tak hanya itu, madu juga menjadikan sistem imunitas saya lebih kuat dan berenergi. Alhasil, saya lebih semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Jika ingin menambahkan pemanis ke dalam hidangan ataupun minumanmu, madu dapat menjadi alternatif yang lebih baik ketimbang menggunakan gula biasa. 

Sebelum menyajikan madu, sebaiknya perhatikan peralatan makan yang akan dipakai, contohnya, sendok. Hindari menggunakan sendok logam untuk mengambil madu. Lebih baik, pakai sendok yang terbuat dari kayu ataupun, plastik.

Mengapa begitu? Walau memiliki rasa yang manis, madu ternyata mengandung asam yang dinilai dapat menguraikan logam. Proses inilah yang mampu mengubah rasa dan komposisi madu, sekaligus menghasilkan gas beracun.

Namun, jika memang hanya mempunyai sendok logam, ambil madu dalam waktu singkat. Jangan biarkan sendok seperti ini terendam dalam madu yang akan menyebabkan korosi terjadi.

Kemudian, hindari menyimpan madu di kulkas. Saat madu dikeluarkan dari kulkas, teksturnya akan menjadi berair. Madu yang telah berubah ini akan cepat terfermentasi.

Ada baiknya untuk menyimpan madu di suhu ruangan, tidak dingin dan tidak pula panas. Cara menyimpan seperti ini akan membuat enzim tetap aktif dan tidak akan merusak nutrisi dalam madu.

Akhir Kata

Beragam manfaat madu untuk diet di atas sangat spesial, kan? Kamu tidak akan menemukan keunikan-keunikan madu di dalam bahan makanan lain. Gunakan dengan cara yang tepat supaya bisa menyehatkan tubuhmu secara optimal.

Oh iya, perlu dicatat baik-baik. Telitilah dalam memilih dan membeli madu. Meskipun madu tersebar luas di pasaran, banyak di antaranya yang ternyata tidak murni sehingga khasiatnya malah berkurang secara signifikan.

Yuk, pakai madu sebagai pengganti gula untuk program dietmu mulai sekarang! Lalu, rasakan efek-efek positifnya di masa mendatang!

You may also like

Leave a Comment