Ini Penjelasan Ilmiah Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Diet

by Justin Sutanto
0 comment

Kopi merupakan salah satu minuman yang terkenal dapat meningkatkan fokus dan performa fisik tubuh. Karena itu, tak heran jika banyak orang yang mengonsumsi seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk ini. Namun selain itu, tahukah kamu bahwa ada pula manfaat kopi hitam tanpa gula untuk diet?

Hal ini pun menjadi keuntungan tersendiri bagi kamu penikmat kopi hitam yang sedang berusaha menurunkan maupun menjaga berat badan. Pasalnya, tidak semua orang menyukai atau bahkan memiliki tubuh yang dapat mencerna kopi hitam bebas gula.

Baca juga: Mengapa Minum Air Perasan Lemon untuk Diet? Ini Alasannya!

Rendah Kalori


Salah satu kunci utama dalam menurunkan berat badan adalah dengan melakukan pengurangan kalori alias defisit kalori. Kamu bisa mencapainya dengan meningkatkan aktivitas fisik (olahraga) atau mengonsumsi makanan dan minuman dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Kopi pun bisa jadi alternatifnya. Menurut United States Department of Agriculture, secangkir kopi hitam yang diseduh hanya mempunyai 2 kalori. Jika kamu menggunakan jenis kopi dekafein atau yang juga disebut decaf coffee, maka kalorinya pun menjadi nol.

Kopi hitam juga bebas lemak, kolesterol, sodium, karbohidrat, dan tentu saja gula. Adapun dalam setiap 8 ons kopi hitam, kamu hanya akan menemukan potasium sebesar sekitar 4%.

Namun tentunya, kondisi ini akan berbeda jika kamu menggunakan gula atau pemanis maupun perasa tambahan seperti susu, gula, vanila, sirup, dan sebagainya. Sebagai pembanding, pemanis maupun perasa tambahan justru bisa menghilangkan manfaat kopi untuk diet karena memiliki kalori hingga 700 per sajian.

Menekan Rasa Lapar

Manfaat kopi hitam tanpa gula untuk diet berikutnya berasal dari kemampuan kopi untuk menekan rasa lapar. Seperti yang diketahui, rasa lapar yang muncul merupakan pemicu yang membuat seseorang harus makan terus-menerus.

Rasa lapar sendiri muncul karena berbagai faktor. Selain karena aktivitas fisik yang cukup menguras energi, rasa lapar bisa terjadi karena kandungan nutrisi pada asupan yang dikonsumsi maupun hormon.

Secara sederhana, ada tiga jenis hormon yang berperan penting dalam munculnya sensasi lapar, yakni leptin, ghrelin, dan peptide YY. 

1. Leptin

Hormon ini dihasilkan oleh sel-sel lemak yang membantu mengatur metabolisme dan nafsu makan. Leptin diproduksi di dalam jaringan adiposa putih (white adipose tissue alias WAT) atau sel lemak, sehingga makin besar sel lemak yang ada di dalam tubuh makan makin banyak hormon leptin yang ada.

Leptin akan memberi tahu otak kapan harus berhenti mengunyah dan berhenti makan, mengendalikan nafsu makan sehingga dapat mencegah makan berlebihan, dan merespon rasa kenyang. Apabila seseorang kekurangan hormone ini, maka risiko mengalami obesitas lebih besar.

2. Ghrelin

Hormon yang satu ini diproduksi oleh sel-sel lapisan P/D1 dari lambung serta sel epsilon dari pankreas. Ghrelin akan merangsang rasa lapar, sehingga saat ghrelin meningkat, seseorang pun akan mulai merasa lapar. Sebaliknya, ghrelin akan menurun ketika tubuh sudah makan dan menyerap nutrisi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Ghrelin juga dapat mengaktifkan pusat kesenangan di otak sehingga membuat seorang individu dapat makan lebih banyak. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa saat responden diberi suntikan ghrelin, mereka justru makan hingga 30 persen lebih banyak dari biasanya.

3. Peptide YY

Pancreatic peptide YY atau yang biasa disingkat peptide YY atau PYY dihasilkan oleh sel L usus halus—tepatnya di bagian akhir usus halus alias ileum. Hormon ini berkebalikan dengan fungsi hormon ghrelin, yakni menurunkan nafsu makan maupun memicu rasa kenyang.

Usus halus mulai memproduksi PYY setelah Anda selesai makan. PYY kemudian akan memasuki aliran darah dan berikatan dengan reseptor saraf otak sehingga menimbulkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

Sebelum makan, idealnya jumlah leptin dan YPP dalam tubuh menurun, sedangkan ghrelin meningkat. Sebaliknya, leptin dan YPP akan meningkat sementara ghrelin menurun saat kamu selesai makan.

Berita baiknya, mengonsumsi kopi hitam bisa membantu meningkatkan rasa kenyang. Manfaat kopi hitam tanpa gula untuk diet ini dihasilkan dari pelepasan YPP yang akan membantu kamu merasa kenyang dengan efek hingga tiga jam lamanya setelah dikonsumsi. Dengan begitu, kamu pun tak akan makan berlebihan saat tiba waktunya untuk makan.

Mengakselerasi Laju Metabolisme


Kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Adapun beberapa zat aktif pada kopi yang berpengaruh terhadap metabolisme tubuh adalah:

  • kafein (stimulan utama sistem saraf pusat);
  • asam klorogenat (senyawa aktif untuk membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat); dan
  • teobromin dan teofilin (zat yang mempunyai efek stimulan).

Dari ketiga zat aktif ini, kafein yang memiliki peranan paling besar dalam metabolisme tubuh. Kafein bahkan selalu ada di nyaris seluruh suplemen pembakaran lemak yang ada di pasaran.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan laju metabolisme antara 3 hingga 11 persen. Pada beberapa studi lainnya, kafein secara spesifik dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10 persen pada individu yang mengalami obesitas dan 29 persen pada individu dengan tubuh lebih ramping.

Kafein pada dasarnya akan merangsang pemecahan jaringan lemak dalam tubuh. Lemak yang sudah dipecah pun akan lebih cepat dibakar serta diubah ke dalam bentuk energi—bahkan saat kamu sedang beristirahat sekalipun.

Seakan tidak cukup, kafein juga dapat merangsang terjadi proses thermogenesis. Adapun yang dimaksud dengan thermogenesis adalah cara tubuh untuk menghasilkan panas serta energi dari mencerna makanan. 

Meningkatkan Performa Tubuh

Di samping manfaatnya untuk menurunkan berat badan, kafein juga turut meningkatkan kadar adrenalin dalam darah. Seperti yang diketahui, adrenalin merupakan hormon fight or flight yang menyiapkan tubuh untuk lebih bertenaga saat melakukan aktivitas fisik intens.

Ditambah dengan kemampuannya untuk mengubah lemak menjadi energi, tak heran jika banyak olahragawan yang mengonsumsi kopi hitam sebelum memulai latihan fisik. Beberapa penelitian bahkan memperlihatkan adanya manfaat kafein dalam meningkatkan performa fisik sebesar 11 hingga 12 persen.

Walau begitu, kamu harus memperhatikan waktu yang tepat untuk mengonsumsi kopi sebelum olahraga. Untuk mendapat manfaat kopi hitam tanpa gula untuk diet sekaligus meningkatkan performa tubuh selama berolahraga, kamu bisa mengonsumsinya secangkir saja sekitar satu setengah jam sebelum latihan.

Itulah beberapa penjelasan ilmiah mengapa kopi dapat membantu menurunkan sekaligus menjaga berat badan tubuh. Dalam rangka mendapatkan benefit ini, kamu sebaiknya juga berkonsultasi dengan pihak profesional yang lebih paham. Pasalnya, beberapa orang mungkin tidak dapat sembarangan mengonsumsi kopi karena kondisi tertentu seperti GERD.

Walau begitu, dalam pengalaman pribadi saya, manfaat kopi hitam tanpa gula untuk diet sangat terasa. Saya telah membuktikan sendiri bagaimana minuman yang satu ini membantu saya menjaga kestabilan berat badan di angka 74-77 kg serta membuat tubuh terasa lebih berenergi. Adapun takaran dan frekuensi konsumsi kopi hitam bebas gula yang saya terapkan adalah sebanyak satu gelas pada waktu satu sampai satu setengah jam setelah makan siang dalam kurun waktu dua hari sekali.

You may also like

Leave a Comment