Cara Memilih Sepatu Olahraga Berdasarkan Jenis Olahraganya

by Justin Sutanto
0 comment

Sebagian besar jenis olahraga memerlukan sepatu sebagai perlengkapan utama untuk mendukung keselamatan. Pasalnya, kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering dan mudah mengalami cedera. Namun di antara sekian banyak jenis dan model yang ada, bagaimana cara memilih sepatu olahraga yang tepat?

Satu hal yang perlu untuk dipahami, satu jenis sepatu yang tepat untuk sebuah aktivitas olahraga tidak berarti akan tepat juga untuk digunakan pada jenis olahraga lainnya. Alasannya tak lain adalah karena setiap sepatu didesain secara khusus mengikuti kebutuhan kaki dalam masing-masing jenis olahraga. Gerakan, fleksibilitas, hingga perlindungan untuk tiap jenis olahraga berbeda antara satu dan lainnya.

Baca juga: 8 Jenis Olahraga yang Paling Banyak Membakar Kalori

Sepatu Lari


Walau terlihat mudah dan sederhana, nyatanya berlari juga punya segudang risiko cedera yang mengintai. Beberapa di antaranya yang paling sering terjadi adalah lutut nyeri, pergelangan kaki terkilir, peradangan pada tendon, hingga otot robek.

Memilih sepatu lari yang tepat dapat meminimalkan terjadinya risiko ini. Selain itu, sepatu yang tepat akan meningkatkan kenyamanan dan performa saat berlari.

Desain dan merek mungkin jadi pertimbangan Anda saat akan membeli sepatu lari—apalagi mengingat semakin banyak running shoes bergaya yang sangat eye catching. Namun, pastikan kenyamanan dan cara berjalan menjadi faktor utama Anda dalam menentukan sepatu yang akan digunakan.

Adapun cara memilih sepatu olahraga khusus lari bisa Anda sesuaikan dengan sudut kelengkungan kaki (pronasi) seperti berikut ini.

A. Under pronation (supination)

Bagian luar tumit menyentuh permukaan medan lari dengan sudut kemiringan yang tinggi sehingga menyebabkan perpindahan benturan yang cukup besar melalui kaki bawah. Dalam fase menolak, tekanan berada di jari-jari kaki selain ibu jari di bagian luar telapak kaki.

Jika Anda termasuk dalam tipe ini, maka sepatu lari netral dengan bantalan dan bahan yang cukup fleksibel adalah opsi yang tepat.

B. Neutral

Saat kontak dengan permukaan medan lari, bagian telapak kaki tipe neutral  mendarat di bagian luar tumit lalu bergulir ke depan untuk meredam benturan serta menopang berat badan. Adapun dalam fase menolak, ada distribusi merata dari bagian telapak kaki.

Jika Anda termasuk dalam tipe ini, maka pilihlah sepatu yang netral dan stabil dengan support di bagian pergelangan kaki yang ringan (tidak terlalu ketat). 

C. Overpronation

Bagian telapak kaki mendarat pada bagian luar tumit lalu berpronasi secara berlebihan saat bersentuhan dengan permukaan medan lari. Hal ini menyebabkan perpindahan berat badan ke bagian pinggir kaki alih-alih ke bagian depan telapak kaki. Adapun pada fase menolak, bagian yang paling banyak bekerja adalah ibu jari dan telunjuk kaki.

Jika Anda termasuk dalam tipe ini, maka pilihlah sepatu yang memiliki motion control.

Sepatu Hiking


Sepatu untuk hiking mempunyai sol yang tebal dan permukaan di sisi telapak kaki yang lebar. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kestabilan saat melakukan pendakian di medan yang tidak rata. Selain itu, hiking shoes juga dirancang waterproof guna melindungi kaki agar tak basah saat terkena air dari luar.

Jenis sepatu hiking yang low-cut (berpotongan rendah pada sisi pergelangan kaki) dapat digunakan apabila Anda melakukan perjalan di jalur yang tidak terjal dan minim halangan seperti batu maupun akar tumbuhan. Namun, tidak adanya perlindungan ekstra di sisi pergelangan kaki bisa jadi cukup mengkhawatirkan.

Agar lebih aman, Anda dapat menggunakan boots. Jenis sepatu ini membantu mencegah pergelangan kaki terkilir saat melalui medan yang terjal sekaligus menghalangi masuknya serpihan-serpihan yang ada di sepanjang medan masuk ke dalam sepatu. Tak ketinggalan, boots cenderung lebih baik dalam membuat kaki tetap kering dibandingkan low-cut.

Sepatu Latihan Kekuatan


Cara memilih sepatu olahraga untuk kegiatan satu ini tidak terlalu sulit. Saat datang ke toko sepatu pun, Anda akan dapat dengan mudah menemukan berbagai pilihan.

Khususnya jika Anda butuh sepatu untuk mendukung rutinitas angkat beban, pilihlah model yang memiliki elemen pendukung shock absorption. Sepatu jenis ini akan mendukung kestabilan Anda sehingga kaki tidak akan bergoyang saat Anda melakukan deadlift, squat, dan sebagainya. 

Sepatu Kelas Fitness Studio (Zumba, Aerobik, dan Sebagainya)


Nyatanya, masih banyak orang yang menggunakan sepatu lari untuk mendukung aktivitas mereka dalam melakukan olahraga ini. Padahal, desain dan kebutuhan pada sepatu lari tidaklah sama dengan desain dan kebutuhan pada olahraga fitness studio.

Sepatu dengan sol yang datar dan fleksibel akan memberi support optimal saat Anda melakukan olahraga ini—terutama untuk gerakan menyamping. Maka dari itu, sebaiknya hindari menggunakan running shoes yang justru memiliki sol tebal karena akan membahayakan Anda saat melakukan gerakan lateral.

Jika Anda gemar melakukan zumba, aerobik, dan sebagainya, gunakanlah sepatu dengan dukungan gerakan lateral, fleksibel, dan tidak tinggi. Anda bisa menggunakan sepatu jenis minimalist-exercise sebagai solusinya.

Sepatu Sepeda


Pada dasarnya Anda bisa menggunakan jenis sepatu apapun saat bersepeda. Namun, sepatu yang dirancang khusus untuk bersepeda nyatanya memberi dukungan yang lebih baik kepada Anda saat menikmati kardio yang satu ini. 

Pertama, sepatu khusus sepeda dibuat kaku sehingga membantu Anda menghemat energi pada setiap kayuhan. Selain itu, sepatu khusus sepeda akan meningkatkan efisiensi pada kayuhan pedal.

Sepatu untuk Lapangan Indoor (Basket, Voli, dan Sebagainya)


Cara memilih sepatu olahraga jenis ini tidak terlalu sulit. Anda membutuhkan sepasang sepatu yang memiliki sol tidak terlalu tebal. Hal ini penting karena kebanyakan olahraga di lapangan indoor mengombinasikan banyak gerakan lateral.

Selain itu, sepatu untuk jenis olahraga ini juga dibuat untuk dapat bergerak ke seluruh arah. Meski tak selalu, sebagian besar dari sepatu model ini memerlukan perlindungan di sisi pergelangan kaki sehingga desainnya relatif high cut.

Sepatu Lapangan Hijau (Sepak Bola, Rugby, dan Sebagainya)


Olahraga di lapangan rumput (asli maupun artifisial) memerlukan grip dan support khusus. Aktivitas ini cocok didukung dengan sepatu yang memiliki cleat atau stud yang disesuaikan pula dengan regulasi dari masing-masing cabang olahraga.

Sepak bola, rugby, dan olahraga di lapangan hijau sebagainya tidak jarang melibatkan kontak tubuh dengan para lawan. Maka dari itu, ukuran cleat maupun stud yang dipilih juga dapat disesuaikan untuk meminimalkan risiko cedera.

Sepatu Cross Trainers


Sepatu untuk cross trainers memang dirancang untuk dapat digunakan di berbagai aktivitas. Anda bisa menggunakan jenis sepatu ini untuk berlari, berlatih beban di gym, hingga aerobik sekalipun.

Adapun sepatu cross trainers mempunyai desain yang cenderung lebih kaku dibandingkan sepatu lari dan kemampuan shock absorbing lebih baik dibandingkan sepatu untuk latihan kekuatan. Kendati begitu, untuk perlindungan maksimal, jangan gunakan sepatu ini secara terus-menerus untuk sebuah aktivitas olahraga secara spesifik yang Anda lakukan sebagai rutinitas demi meminimalkan cedera.

Itulah beberapa cara memilih sepatu olahraga berdasarkan jenis olahraga yang dilakukan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin, persiapkanlah sepatu khusus untuk setiap jenis latihan yang dipilih—terutama jika Anda benar-benar berniat untuk menekuninya. Dengan sepatu yang tepat, olahraga yang Anda lakukan akan lebih mudah, aman, dan nyaman.

You may also like

Leave a Comment