Buah Penambah Darah Rendah? Konsumsi 5 Buah Ini!

by Justin Sutanto
0 comment

Pernahkah kamu merasa letih, lesu, atau lemas saat sedang beraktivitas?

Atau sulit berkonsentrasi ketika harus menyelesaikan pekerjaan?

Mungkin sebagian dari kita sering mengabaikan gejala tersebut, padahal hal itu bisa jadi merupakan alarm alami yang hendak mengingatkan akan adanya bahaya di dalam tubuh.

Jika kenyataannya begitu, kamu harus waspada!

Mungkin saja, gejala-gejala semacam itu adalah tanda bahwa kamu terkena penyakit anemia.

Sebelum memastikan diagnosa dengan berkonsultasi ke dokter, kamu bisa melakukan sejumlah tindakan mudah untuk mencegah munculnya gejala penyakit anemia.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengonsumsi sejumlah buah penambah darah rendah. 

Kenali Penyakit Anemia


Seorang teman pernah mengeluh jika dia selalu merasa lemas, lesu, lunglai—bahkan ditambah pula dengan keluhan sakit kepala hingga sulit tidur selama beberapa malam.

Saat berkonsultasi dengan dokter ahli, ditemukan jika kadar hemoglobin atau butir sel darah merah dalam tubuhnya berada di bawah batas normal.

Dia pun didiagnosa terkena penyakit anemia. Lalu, apa sih sebenarnya anemia itu?

Kamu pasti sudah tahu jika sel darah merah adalah salah satu komponen terpenting dalam tubuh yang memiliki sejumlah fungsi penting!

Sel darah merah berperan mengikat oksigen sebagai bahan pembakaran, lalu mengalirkan nutrisi yang dihasilkan ke seluruh tubuh.

Semua peran tersebut dapat dilakukan secara lancar jika tubuh kita memiliki kadar sel darah merah yang cukup.

Namun, jika kadarnya kurang dari normal atau tidak stabil, yang terjadi adalah penyakit kekurangan sel darah merah atau lebih dikenal dengan istilah anemia.

Akibatnya, proses metabolisme dan distribusi nutrisi ke seluruh tubuh pun menjadi terhambat.

Saat hal ini terjadi, kamu bisa merasakan sejumlah gejala awal penyakit anemia, seperti sakit kepala dan rasa letih berkepanjangan.

Gejala Penyakit Anemia


Selain beberapa gejala umum yang sudah saya sebutkan di atas, terdapat sejumlah gejala lain yang menandakan tubuh kita sedang kekurangan darah merah.

Gejala lain yang dirasakan biasanya meliputi:

  • Sulit berpikir atau berkonsentrasi.
  • Raut wajah dan warna kulit menjadi pucat.
  • Merasa pusing saat akan berdiri.
  • Sesak napas.
  • Kuku jari menjadi rapuh.

Nutrisi yang Dibutuhkan untuk Menambah Darah


Nutrisi utama yang paling dibutuhkan untuk menambah darah dan mengurangi risiko terkena penyakit anemia adalah zat besi.

Sayangnya, zat mineral ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh kita secara langsung, padahal ia punya fungsi yang penting untuk menjaga kestabilan kadar sel darah merah.

Salah satu solusi yang biasa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan zat besi adalah dengan mengonsumsi sejumlah makanan tertentu yang mengandung mineral penting ini.

Pilihan makanannya cukup beragam, mulai dari daging merah, sayur-sayuran, hingga beraneka buah penambah darah rendah.

Buah Penambah Darah

Dibandingkan sayuran dan daging merah, saya lebih menyukai konsumsi buah-buahan untuk menstabilkan kadar hemoglobin dalam tubuh.

Inilah beberapa pilihan buah yang biasa saya konsumsi untuk menambah darah:

1. Buah Bit

Sebuah box kayu yang dipenuhi buah bit. Buah bit merupakan buah penambah darah terbaik.

Buah bit termasuk dalam kelompok umbi-umbian, terbukti memiliki khasiat paling baik dalam mengatasi penyakit anemia.

Terdapat kandungan kalium, zat besi, dan asam folat yang dapat membantu meningkatkan kadar sel darah merah.

Kamu bisa mengonsumsinya dengan cara dijus bersama air perasan lemon atau buah-buahan lain yang rasanya lebih manis.

2. Buah Delima

Buah Delima juga merupakan salah satu alternatif buah penambah darah.

Buah delima yang berwarna merah ternyata juga bisa membantu menambah kadar darah merah dalam tubuh kita.

Buah ini juga diperkaya akan berbagai nutrisi. Selain zat besi, buah delima mengandung kalsium dan vitamin C yang bisa menguatkan tulang sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

3. Apel

Tiga buah Apel. Apel juga direkomendasikan sebagai salah satu buah penambah darah.

Buah lain yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin adalah apel.

Sama halnya seperti buah delima, apel memiliki kandungan zat besi, kalsium, dan serat yang tinggi.

Apel juga aman dikonsumsi setiap hari. Selain dimakan langsung, kamu bisa membuat jus apel dengan tambahan buah jeruk atau pir untuk membuat rasanya lebih segar.

4. Kurma

Sebuah mangkuk yang dipenuhi buah kurma. Buah ini dipercaya mampu meningkatkan darah.

Meski ukurannya kecil, khasiatnya tak kalah ampuh dengan tiga buah lain yang sudah saya sebutkan di atas.

Rasa buahnya yang manis menjadi salah satu alasan mengapa saya menyukai buah ini!

Namun, yang lebih penting adalah kandungan nutrisinya, karena kurma diperkaya oleh zat besi, vitamin, serta beragam jenis mineral yang menyehatkan.

5. Alpukat

Sepotong buah alpukat yang dibelah dan terlihat bagian bijinya. Kandungan zat besinya cukup untuk menambah kadar darah.

Selain kurma, alpukat juga memiliki kandungan zat besi yang cukup sehingga buah ini juga dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin.

Daging buahnya yang lembut, lunak, lagi lezat membuat buah ini digemari banyak orang, termasuk saya.

Kamu bisa mengonsumsi alpukat dengan berbagai cara, seperti dijus atau dijadikan avocado toast untuk dinikmati sebagai menu sarapan.

Nah, jika sudah tahu informasi tentang buah penambah darah rendah, jangan ragu lagi untuk mengonsumsinya, ya!

Menjaga kesehatan termasuk mempertahankan kestabilan kadar darah merah sudah menjadi suatu keharusan bagi kita semua.

Mengonsumsi buah-buahan di atas bisa dijadikan salah satu cara mudah untuk menjaga asupan nutrisi bagi tubuh, terutama dalam menghindarkan risiko terkena penyakit anemia.

Yuk, tanamkan pola hidup sehat mulai dari sekarang!

You may also like

Leave a Comment