Bolehkah Kita Minum Susu untuk Diet Berat Badan?

by Justin Sutanto
0 comment

Susu merupakan minuman kaya nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatanmu. Minuman ini juga lezat dan mampu melengkapi kebutuhan gizi harianmu. Sejak ribuan tahun yang lalu, susu sudah dinikmati di berbagai belahan dunia. Secara pengertian, minuman ini dihasilkan oleh mamalia betina untuk memberi makan bayi mereka. Jenis susu yang paling umum dikonsumsi adalah yang berasal dari domba, kambing, dan sapi. Konsumsi susu sudah sejak lama menjadi topik perdebatan di dunia nutrisi. Jadi, tidak heran masih banyak yang bertanya-tanya jika minuman ini sehat atau berbahaya. Tak ketinggalan, orang-orang pun masih bingung: apakah minum susu untuk diet berat badan diperbolehkan?

Kalau ingin tahu jawabannya, mari simak penjelasan berikut ini. Sebagai tambahan, dapatkan informasi tentang jenis susu yang dianjurkan untuk dikonsumsi ketika diet beserta manfaatnya!

Baca juga: 8 Minuman Diet Paling Ampuh Penunjang Performa Fisik

Bolehkah Minum Susu untuk Diet Berat Badan?


Minum susu berpotensi membantumu menurunkan berat badan berlebih. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, minum lebih banyak susu atau makan produk-produk susu lainnya bisa membantumu memerangi kelebihan lemak di tubuh.

Selama 6 bulan, orang dewasa yang makan atau minum produk susu dengan jumlah asupan yang tinggi setiap harinya, sekitar 580 mg kalsium susu, kehilangan berat badan sekitar 5,4 kg.

Sementara itu, orang-orang yang setiap hari hanya mengonsumsi produk susu dengan kadar kalsium paling rendah, atau sekitar 150 mg, baru kehilangan berat sebesar 3,1 kg setelah 2 tahun. Pada studi yang sama, kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam darah juga dihubungkan dengan kesuksesan penurunan bobot.

Lebih dari 300 pria dan wanita berusia 40 sampai 65 tahun yang menderita obesitas turut serta dalam penelitian. Mereka menjalankan program diet rendah lemak, rendah karbohidrat, atau diet mediterania. Semua makanan yang dibutuhkan untuk diet sudah disediakan di kafetaria tempat mereka bekerja.

Peserta mengisi kuesioner tentang jumlah produk susu yang mereka konsumsi. Bagian produk susu sendiri meliputi 12 bahan makanan, seperti keju putih dan kuning, susu cokelat, susu rendah lemak atau reguler, serta yoghurt reguler atau rendah lemak. Para ahli juga mengukur kadar vitamin D dalam darah dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada masing-masing perserta.

Peneliti mengungkapkan bahwa tingginya asupan kalsium susu dan peningkatan vitamin D dalam darah berkaitan erat dengan banyaknya bobot yang berkurang selama diet.

Selain dari studi-studi yang telah ada, saya sendiri membuktikan konsumsi susu untuk diet berat badan. Saya rutin meminum 2 gelas susu setiap hari, tepatnya sebelum makan pagi dan sebelum makan malam.

Hasilnya? Berat badan saya terjaga stabil dan ideal di angka 74 sampai 77 kg. Kamu juga bisa menerapkan cara yang sama seperti saya.

Jadi, melalui penjelasan di atas, bisa disimpulkan kalau susu boleh diminum selama diet, bahkan ternyata sangat efektif dalam menurunkan berat badan.

Apa Jenis Susu untuk Diet Berat Badan yang Tepat? 


Setelah perdebatan tentang keefektifan susu dalam menurunkan berat badan, ada lagi topik yang hangat diperbincangkan, yakni soal jenis susu. Ada berbagai jenis susu di dunia, baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan.

Di masa modern ini, banyak orang yang beralih ke alternatif susu yang bersumber dari tanaman. Alasannya? Ada bermacam-macam. Sebagian ingin lebih mencintai lingkungan, sebagian karena alasan moral, dan sebagian lagi disebabkan kondisi kesehatan.

Namun, di samping alasan-alasan yang ada, apakah kita akan kehilangan manfaat penting kalau memilih susu nabati? Bagaimana dengan susu hewani?

Memilih Susu Nabati

Tidak masalah jika kamu lebih memilih susu nabati karena alasan moral dan lingkungan. Sayangnya, apabila alasannya karena kesehatan, kamu perlu mempertimbangkan susu hewani. Itu karena susu yang berasal dari hewan, khususnya sapi, memiliki kadar nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan susu nabati, termasuk iodin dan kalsium.

Apabila kamu memang memiliki intoleransi laktosa, memilih susu nabati adalah satu-satunya pilihan. Jenis susu untuk diet berat badan terbaik yang berasal dari tunbuhan dan ramah lingkungan adalah susu gandum atau oat milk.

Tidak seperti almon dan kedelai, menumbuhkan gandum tidak terlalu banyak berdampak buruk pada lingkungan. Selain itu, susu gandum juga terfortifikasi sehingga menjadi sumber vitamin dan mineral yang unggul. Kemudian, terdapat kandungan serat, yakni beta-glukan, yang sudah terbukti mampu mengurangi kolesterol.

Bagaimana dengan Susu Hewani? Lebih Baik Susu Skim atau Susu Segar?

Susu skim memang dibuat dengan menghilangkan sebagian besar lemak dan air dari susu murni. Namun, jenis susu ini tidak selalu lebih baik daripada susu segar. Belum lagi, susu skim malah bisa membuatmu lebih cepat gemuk.

Sementara itu, banyak pendapat yang menyatakan bahwa susu segar kurang baik untuk diet. Hal ini karena jenis susu tersebut mengandung lemak jenuh yang seharusnya berpengaruh buruk untuk kita.

Faktanya, lemak dalam susu segar justru bersifat protektif. Dalam sebuah studi, para ahli memeriksa lemak susu dalam darah pada sekitar 3.000 orang Amerika Serikat berusia paruh baya.

Pada akhir studi, ditemukan bahwa peserta yang memiliki lemak susu paling tinggi dalam darah malah paling sedikit berisiko terkena penyakit jantung. Mereka juga memiliki risiko kematian akibat penyakit strok sebanyak 42 persen lebih rendah. Kesimpulannya, lemak dalam susu bukannya membahayakan, tetapi justru bermanfaat untuk kesehatan.

Berikutnya, adapun fakta yang menunjukkan kalau susu segar lebih baik dalam menurunkan berat badan ketimbang susu skim. Susu tinggi lemak ternyata bisa mengurangi nafsu makan secara efektif dibandingkan susu skim.

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang-orang yang meminum susu tinggi lemak cenderung memiliki bentuk tubuh ideal serta punya risiko peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah lebih kecil dari mereka yang meminum susu skim.

Studi pertama meneliti 1.600 pria Swedia paruh baya yang sehat. Setelah 11 tahun penelitian, mereka yang makan mentega dan minum susu lemak utuh hanya memiliki risiko obesitas setengah dari mereka yang minum susu skim dan mentega rendah lemak.

Lalu, ada juga studi yang memeriksa 18.438 wanita Amerika Serikat. Riset menunjukkan, mereka yang mengonsumsi susu tinggi lemak kemungkinan kecil mengalami kenaikan berat badan setelah 11 tahun.

Bagaimana dengan susu semi skim? Kamu juga bisa mengonsumsinya. Namun, sangat disayangkan, susu semi skim mengandung lebih sedikit asam lemak esensial, seperti omega-3, yang berhubungan dengan peningkatan kognitif dan pengurangan depresi atau kepanikan.

Sebaliknya, susu segar kaya akan asam lemak, bahkan jumlah omega-3 di dalamnya 90 kali lebih banyak daripada susu skim dan 2 kali lebih besar dari susu semi skim. Belum lagi, mengubah susu segar menjadi susu skim akan mengurangi vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin D dan A.

Kesimpulan

Ternyata, mengonsumsi susu untuk diet berat badan sah-sah saja, bahkan sangat disarankan. Kamu tidak perlu lagi was-was dan menghindari asupan susu dan produk sejenis lainnya. Susu tidak akan membuatmu gemuk, asalkan dikonsumsi dengan takaran yang pas. Yuk, ikuti anjuran-anjuran di atas supaya konsumsi minuman ini bisa mengoptimalkan program dietmu!

You may also like

Leave a Comment