7 Langkah Cerdas Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas

by Justin Sutanto
0 comment

Terdapat 7 langkah cerdas cara menyimpan sayuran di kulkas yang bisa kamu lakukan untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan tingkat kesegaran sayuran tersebut.

Biasanya, agar lebih hemat dan praktis, ibu saya akan membeli sayuran dalam jumlah agak banyak untuk dimasak di kemudian hari.

Sayur-sayuran yang tidak langsung dimasak tentu akan disimpan dulu di lemari es agar kesegarannya bisa lebih tahan lama.

Saya yakin, kamu dan kebanyakan orang lainnya juga sering melakukan hal yang sama.

Nah, menyimpan sayuran di kulkas ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan, lho!

Jika langkahnya salah, sayuranmu malah bisa cepat busuk dan akhirnya terbuang begitu saja sebelum sempat dimakan.

Jangan resah atau khawatir dulu, Yuk, simak apa saja caranya!

1. Kulkas Harus Bersih!

Seorang wanita sedang membersihkan bagian dalam kulkas dengan menggunakan sarung tangan, sponge, dan semprotan.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, sayuran adalah salah satu jenis makanan utama yang harus kita konsumsi secara rutin.

Nah, poin penting yang harus diperhatikan saat akan menyimpan sayuran dalam kulkas adalah menjaga kebersihan kulkas itu sendiri.

Kulkas yang bersih akan memberikan pengaruh positif pada makanan yang disimpan di dalamnya, termasuk sayur-sayuran.

Jadi, sebelum memasukkan sayuran ke dalam lemari es, kamu harus pastikan dulu jika bagian dalam kulkasmu sudah bebas dari segala sumber kotoran.

Periksa dan langsung bersihkan jika kamu menemukan noda bekas makanan, cairan menggenang, maupun sisa-sisa makanan lama atau busuk.

2. Cuci dan Keringkan Dulu Sayuran Sebelum Disimpan

Sebuah sayuran yang sedang dibersihkan dan direndam dalam air.

Untuk bisa bertahan dalam waktu lebih lama, sayuran membutuhkan kelembapan lebih tinggi dibandingkan buah-buahan.

Oleh karena itu, sebelum menyimpannya ke dalam kulkas, pastikan kamu mencuci bersih sayuran terlebih dahulu!

Hal ini dilakukan untuk mencegah tumbuhnya bakteri jahat yang akan menyebabkan sayuran layu dan berwarna kekuningan, terutama bagi sayuran berdaun hijau.

Setelah dicuci bersih, sayuran tidak boleh langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Pastikan jika sayuranmu sudah benar-benar kering sebelum disimpan, ya!

3. Singkirkan Batang Sayuran

Sepasang tangan sedang memotong batang sayuran dengan menggunakan sebuah pisau.

Tangkai pada sayuran hijau atau sayuran sejenis wortel dan lobak akan mengeluarkan uap air ketika disimpan di dalam lemari es.

Uap air ini adalah salah satu penyebab utama yang bisa membuat sayuranmu cepat busuk!

Untuk menghindarinya, kamu harus singkirkan dan potong dulu sisa batang atau tangkai pada sayuran.

Dengan begitu, bagian utama sayuran akan lebih tahan lama saat disimpan.

4. Bungkus Sayuran dengan Kertas atau Plastik Berlubang

Sayuran yang disimpan didalam wadah plastik dan dilapisi selembar kertas.

Cara menyimpan sayuran di kulkas yang lebih aman dan membuat tahan lama adalah dengan membungkusnya menggunakan kertas atau plastik berlubang.

Cara ini akan membuat sayuran bebas dari kontaminasi bahan lain yang sama-sama disimpan di dalam kulkas.

Jika kamu menyimpan beberapa jenis sayuran berbeda, setiap jenisnya harus dibungkus secara terpisah!

Khusus untuk jamur, bungkuslah dengan kertas dan jangan gunakan plastik.

Jamur yang dibungkus plastik akan mengeluarkan uap air dan membuatnya lebih cepat busuk!

5. Buah dan Sayuran Jangan Dicampur!

Sekelompok buah, sayur, produk susu, botol air mineral yang disimpan secara terpisah didalam kulkas.

Nah, ini poin yang tak kalah penting!

Kita tak jarang menyatukan buah dan sayuran dalam satu wadah yang sama—biasanya disimpan di rak atau laci khusus pada bagian paling bawah lemari es.

Ternyata, kebiasaan ini harus kamu hindari karena bisa mempercepat pembusukan sayur dan buah!

Gas etilen yang diproduksi buah akan bereaksi dengan hormon-hormon dalam sayuran sehingga akan membuat daun-daunnya cepat layu.

Beberapa jenis buah dan sayur seperti apel, pisang, alpukat, wortel, kol, dan brokoli juga lebih sensitif terhadap reaksi etilen.

Jadi, kamu tidak boleh mencampurkan jenis-jenis sayur dan buah tersebut saat menyimpannya di kulkas.

6. Tentukan Suhu dan Tingkat Kelembapan yang Tepat

Alat pengatur temperatur suhu bagian dalam kulkas.

Suhu dan tingkat kelembapan kulkas menjadi faktor penentu apakah sayuran yang disimpan akan tahan lama atau tidak.

Ada beberapa jenis sayuran yang tetap aman saat disimpan dalam suhu dingin untuk waktu yang lama.

Sementara itu, sejumlah jenis sayuran lain tidak tahan dalam tempat lembab maupun suhu terlalu dingin.

Sayuran seperti brokoli, kangkung, bayam, wortel, kol, dan daun selada memang cocok dengan suhu standar di dalam lemari pendingin.

Namun, jika kamu ingin menyimpan mentimun, cabai, tomat, kentang, labu, dan bawang-bawangan di dalam kulkas, pastikan kamu sudah mengatur suhunya terlebih dahulu agar tidak terlalu dingin.

7. Hindari Kulkas Penuh

Sayuran yang disimpan dan dipisahkan secara rapih agar bagian kulkas tidak kepenuhan.

Untuk menjaga kualitas sayuran tetap segar di dalam kulkas, kamu juga harus memastikan kapasitas lemari pendingin tidak terlalu penuh.

Muatan berlebih akan membuat sirkulasi udara di dalam kulkas menjadi terhambat!

Akibatnya, sayuranmu akan mudah layu dan tidak tahan lama. Yang lebih parah lagi, sebagian besar nutrisinya terancam hilang sebelum sempat dimakan!

Agar hal itu tidak terjadi, kamu harus mengatur bahan makanan yang disimpan di kulkas agar tidak melebihi kapasitasnya.

Itulah beberapa cara menyimpan sayuran di kulkas yang bisa kamu lakukan untuk mempertahankan kesegaran sekaligus nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Pastikan untuk memperhatikan langkah-langkah tersebut, ya! Dengan begitu, nutrisi dalam sayuran tidak akan berkurang atau hilang ketika dikonsumsi.

Kalau kamu sedang mencari cara efektif untuk menjalankan pola hidup lebih sehat, informasi di atas bisa dijadikan salah satu panduan mudah dan bermanfaat.

Baca juga: 5 Tips Cara Memilih Sayuran yang Baik dan Segar!


You may also like

Leave a Comment