5 Tips Cara Memilih Sayuran yang Baik dan Segar!

by Justin Sutanto
0 comment

Tahukah kamu cara memilih sayuran yang baik dan segar?

Rutin mengkonsumsi sayur sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sayuran, baik yang berwarna hijau ataupun warna lainnya, memiliki kandungan nutrisi yang kompleks.

Oleh sebab itu, kamu akan terasa jauh lebih sehat dan bugar saat melakukan aktivitas harian jika mendapatkan nutrisi dari sayuran.

Bisa dipastikan kalau sayur-sayuran yang masih segar, kualitasnya lebih baik jika dibandingkan sayuran yang sudah layu.

Kandungan nutrisinya biasanya masih lengkap dan bagus.

Nah, supaya manfaatnya makin terasa bagi tubuh kamu, ketahui sejumlah cara memilih sayuran yang baik berikut ini.

1. Beli Sayur di Pasar Tradisional

Seorang pria sedang melihat sekitar saat sedang berbelanja di pasar tradisional.

Kamu lebih suka mana, berbelanja di pasar tradisional atau supermarket?

Ibu saya sendiri cenderung lebih memilih membeli sayur di pasar tradisional daripada supermarket.

Kondisi sayur yang dibeli di pasar tradisional mayoritas masih segar.

Harganya pun relatif lebih murah.

Berbeda dengan supermarket, produk sayur-sayuran dan buah-buahan di tempat ini biasanya telah disimpan beberapa hari.

Supaya tetap terlihat segar, sayuran disimpan dengan baik atau disemprot dengan air.

Dari segi kesegarannya, sayuran di pasar tradisional tidak perlu kamu ragukan lagi!

Keuntungan lain yang kamu dapatkan adalah bisa berhemat karena harganya jauh lebih murah

2. Belanja di Pagi Hari

Seorang penjual sedang melakukan transaksi pembayaran dengan dua orang pembeli di pasar tradisional.

Tips lainnya yang perlu kamu coba jika ingin mendapatkan sayuran yang masih segar adalah berbelanja di pagi hari.

Jika perlu datanglah pada dini hari karena pasar-pasar tradisional pada umumnya sudah mulai beroperasi.

Sayuran di pagi hari biasanya masih sangat segar karena baru saja diantar atau diambil dari para petani.

Kamu pun pasti akan lebih senang karena bebas memilih dari stok sayuran yang banyak tersedia.

3. Warna Masih Terlihat Segar

Sebuah tangan sedang menggengam sayuran.

Dari warnanya, kamu pun dapat menilai tingkat kesegaran sayuran.

Mudah saja untuk mengetahuinya.

Salah satu ciri utama sayuran segar adalah berwarna hijau cerah dan tidak terlihat kusam.

Hal ini berlaku terutama untuk berbagai jenis sayuran berbentuk daun, misalnya bayam, kemangi, kangkung, sawi, dan sebagainya.

Artinya, kalau sayuran terlihat kuning dan layu, ini adalah tanda-tanda tidak segar.

Sebaiknya, hindari membeli sayuran dengan kondisi seperti itu.

Sayuran yang layu umumnya merupakan stok lama.

Jika kamu memasak sayuran yang kurang segar, rasanya pasti akan berbeda.

Selain itu, nutrisi di dalamnya pun tidak sebanyak pada sayuran segar.

Warna sayuran juga dapat memberi tanda apakah sayuran tersebut pernah disemprot pestisida.

Kamu dapat mencari adanya bercak putih pada sayuran.

Itu adalah sisa-sisa pestisida yang telah mengering.

Makan sayuran yang mengandung paparan pestisida berlebih sangat berbahaya bagi kesehatan kamu.


4. Pastikan dengan Cek Tekstur

Seorang anak laki-laki sedang menggengam sayuran brokoli.

Membeli langsung dari petani atau pasar petani adalah cara yang baik untuk mendapatkan sayuran segar.

Namun, jika lokasi tempat tinggal kamu tidak memungkinkan untuk melakukan itu, tidak perlu khawatir!

Masih ada cara memilih sayuran yang baik lainnya yang bisa kamu praktikkan.

Cara tersebut adalah dengan mengamati tekstur dan bentuk fisik sayuran.

Kamu perlu menyentuh sayuran dengan tangan untuk menilainya dengan baik.

Pada sayuran daun, hal paling ketara adalah tulang daun yang jelas.

Batang sayuran yang masih bagus biasanya lebih mudah dipatahkan atau tidak lembek.

Ini menandakan sayuran tersebut belum layu.

Untuk sayuran umbi-umbian, pilih yang memiliki tekstur keras.

Hindari produk sayuran yang berair atau berlubang.

Jenis sayuran lain seperti tomat, terong, dan mentimun bisa disebut bagus jika tidak terlihat keriput, tidak berlubang, dan masih tampak utuh.

5. Dimakan Ulat Bisa Jadi Ciri Sayur Sehat, Loh!

Selembar daun yang memiliki lubang karena dimakan ulat.

Karena bentuknya yang kurang sempurna, banyak orang menganggap kalau sayuran yang dimakan ulat sudah tidak bagus lagi.

Padahal tidak sedikit sumber informasi yang mengatakan bila sayuran seperti itu justru dianggap lebih sehat.

Pasalnya, ketika daun sayuran dimakan ulat, itu menandakan tidak adanya kontaminasi pestisida yang berlebihan.

Jadi, meski daun sayuran tidak terlihat sempurna, dari segi kualitas masih bisa diterima.

Masalahnya, hama dapat kebal setelah disemprot pestisida selama beberapa waktu.

Artinya, keberadaan ulat tidak selalu menandakan sayuran bebas pestisida.

Hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.

Namun, memilih daun yang dimakan ulat tidak masalah asalkan tidak rusak atau robek keseluruhan permukaannya.

Sayangnya, tips ini tidak boleh kamu terapkan untuk sayuran buah, biji-bijian atau umbi-umbian.

Daging sayuran yang dimakan ulat bisa membusuk dengan mudah dan terkontaminasi bakteri atau kuman.

Dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Jadi, bijaklah saat akan menentukan sayuran yang akan dibeli.

Pastikan cara memilih sayuran yang baik sesuai dengan bentuknya.

Jika menerapkan langkah-langkah ini, kamu akan lebih mudah saat menyeleksi sayuran berkualitas.

Baca juga: 7 Langkah Cerdas Cara Menyimpan Sayuran Segar di Kulkas

You may also like

Leave a Comment